Selama periode bayi hingga usia sekolah, usahakan anak mendapat stimulasi
bernuansa musikal. Mengapa? Karena irama dan timbre (warna musik) mendorong
anak melakukan gerakan yang akan memengaruhi perkembangan motoriknya secara
menyeluruh. Apa saja manfaat musik lainnya?
- Stimulasi ingatan
Jika pernah mendengar musik tertentu di masa lampau, orang akan
mengasosiasikan musik dengan pengalaman masa lampaunya. Artinya, musik
berfungsi sebagai stimulus pembangkit ingatan ke masa lalu. Tak hanya
membangkitkan pengalaman obyektifnya, tapi juga pengalaman subyektifnya
(perasaan ketika mengalami hal tersebut).
- Membangkitkan rasa nyaman
Jika kita memperdengarkan musik lembut menjelang anak tidur, ia akan merasa
nyaman di peraduan. Biasanya musik-musik tersebut berada pada tempo adagio,
andante, moderato, yang tidak jauh dari ritme nadi atau detak jantung dalam
hitungan 1 ketuk per detik, sedikit lebih cepat, sedikit lebih lambat. Bukan
menggunakan tempo lento yang amat lambat atau presto yang amat cepat.
- Efek hipnotik
Irama musik memberi dampak membuai. Ini disebut hypnotic effect (kesan
hipnotik). Buktinya, ketika mendengar musik seseorang cenderung mengentak
tangan atau kaki atau mengikuti senandung musiknya.
- Menghibur
Musik bertujuan menghibur (dari kata muse). Musik menghibur di kala suka
dan duka. Musik juga menghibur anak-anak. Jadi, hanya dengan mendengarkan musik
yang disukai, seseorang sudah merasa terhibur.
Jika individu berada dalam
atmosfer yang disukai, atmosfer yang menyenangkan, maka ia akan merasa lebih
nyaman, dan rasa nyaman akan memberi dampak positif pada individu dalam
melakukan kegiatannya. Kondisi ini membuat anak mudah menyerap, mengolah, dan
menyimpan ilmu maupun stimulus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar